Rabu, 12 Februari 2020

Nikmati Kopimu Ayah

Senja telah hadir setelah terang
Kuat tekat tenaga ikhlas mu tak lagi bisa kau sombong kan
Memangku Nafkah yang dulu membebani
Masamu telah habis ayah
Waktu terus berlalu
Dua lelaki kecilmu dan seorang bidadari telah dewasa
Sudah berjaya berdiri dengan kaki sendiri
Tak lagi perlu kau pangku atau kau gapaikan keinginannya
Bahkan sudah mampu menghidupi mu dan mengambil alih bebanmu
Masamu
Berilah kepada kami
Cukup kau banggakan cerita usahamu dalam menghidupi kami dulu
Tak perlu kau teteskan air mata sedih karena kami ambil bebanmu
Anak sungai yang kau gali kini telah mengalir sendiri
Tak perlu lagi keringatmu kau alirkan untuk terus menggali
Biarlah dengan usaha kami agar menjadi sungai yang besar
Nikmatilah masa senja ini ayah
Cicipi kopi menatap bangga
Dan tetaplah bercerita ayah. 

2 komentar:

  1. Mantap nak, sedih mandeh membacanya. Karena sekarang mandeh tak bisa lagi menyediakan kopi istimewa buat sang ayah. Sang motivator itu sekarang telah tiada.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan sedih mandeeeeh
      Hidup ada awal dan akhirnya mandeh sudah hukum alam.

      Hapus