Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan Filosofi Trilogi memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang Pemimpin pembelajaran diambil ?
- Ing Ngarsa Sung Tuladha (di depan memberi teladan) seseorang guru sebagai pemimpin pembelajaran harus bisa memberi teladan atau contoh kepada siswa. Karena teladan merupakan kata kunci kesuksesan dalam pembelajaran, sehingga ketika pembelajaran berlangsung seorang pendidik harus membimbing dan mengarahkan agar tujuan pembelajaran yang dipelajari siswa benar dan tepat. Selama proses pembelajaran guru tanpa sadar menjadi panutan bagi siswa baik dari kata maupun perbuatan. Oleh karena itu pendidik sebagai pemimpin pembelajaran selain menguasai pengetahuan dia juga harus mempunyai pribadi yang dapat dicontoh.
- Ing Madya Mangun Karsa (di tengah membangun kehendak atau niat) Guru sebagai pemimpin pembelajaran memiliki peranan penting untuk menstimulus agar terciptanya prakarsa dan ide di dalam proses pembelajaran. Kehadiran guru dapat memfasilitasi dengan beragam metode dan strategi agar tujuan pembelajar dapat tercapai. Selain itu, potensi yang dimilik oleh siswa dapat berkembang dengan baik sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
- Tut Wuri Handayani (di belakang memberikan dorongan dan arahan) Dalam proses pembelajaran, guru harus memberi dorongan dan coaching kepada siswanya, berikan kebebasan siswa untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya guru hanya mengamati dan memberikan arahan terhadap siswanya.

- Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)
- Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)
- Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)

- Memerankan diri sebagai coach bagi murid Anda agar mereka menjadi lebih merdeka, baik merdeka dalam belajar maupun merdeka dalam menentukan arah hidupnya di masa mendatang
- Mampu melakukan praktik komunikasi yang memberdayakan sebagai keterampilan dasar seorang coach mampu menerapkan praktik coach dalam komunitas sekolah
- Memahami konsep coaching secara umum, meliputi definisi, tujuan, dan jenis coaching serta perbedaannya dengan mentoring dan konseling
- Memahami hakikat komunikasi yang memberdayakan dan mampu menerapkannya dalam praktik coaching
- Memahami langkah-langkah mendengar aktif dan mampu menerapkannya dalam praktik coaching
- Memahami langkah-langkah bertanya reflektif dan mampu menerapkannya dalam praktik coaching
- Memahami langkah-langkah memberi umpan balik positif dan mampu menerapkannya dalam praktik coaching
- Mengidentifikasi peran seorang coach di konteks sekolah
- Melakukan praktek coaching berdasarkan model TIRTA kepada sesama CGP, murid dan rekan guru di sekolah
- Mengembangkan sikap terbuka, kritis, empati dan percaya diri dalam melakukan praktik coaching



- Individu lawan masyarakat (individual vs community)
- Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)
- Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)
- Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)
- Berpikir berbasis hasil akhir (ends-based Thingking)
- Berpikir berbasis peraturan (rule base thingking)
- Berpikir berbasis rasa peduli (care base thingking)
- Dan bagaimana cara mengujinya? Ini adalah 9 langkah yang telah disusun secara berurutan
- Mengenali ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini
- Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini
- Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dalam situasi ini
- Pengujian benar atau salah
- Uji legal
- Uji Regulasi/Standar Profesiaonal
- Uji intuisi
- Uji halaman Depan Koran
- Uji Panutan/Idola
- Pengujian paradigma benar atau salah
- Prinsip pengambilan keputusan
- Investigasi Opsi Trilema
- Mencari opsi yang ada di antara 2 opsi, apakah ad acara berkompromi dalam situasi ini . Terkadang muncul sebuah penyelesaian yang kreatif yang tidak terpikirkan sebelumnya yang bisa saja muncul ditengah-tengah kebingungan menyelesaikan masalah.
- Buat keputusan
- Tinjau lagi keputusan Anda dan refleksikan

