Kamis, 13 Februari 2020

Belai Lagi Rambutku


selimut bau kasur usang 
tempat terlentang dengan renta
mataku tertutup dengan sungai airmata mengalir
keluarkan semua hal yang tak tertahan

benakku serasa diremas tampa peduli
bahkan disetiap sela jarinya bercucuran semua inspirasi
gerahamku tak luput dari paksaan dan tak berprasaan
menewaskan semua kedamaian berubah derita

bayangkan pada sosok malaikat penyelamat
yang dulu selalu mampu memberi penawar mujarab
tak seperti saat ini pasrah dengan kasur usang tempat terlentang
dan memeluk guling kumal sambil berlinang

aku ingin rambutku di belai hilangkan kesakitan
menghapus derita dengan bersandar di pahamu ibu
dan rindu semua kehangatan cinta nya
tak ku izinkan siapapun meranjak waktu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar