tempat terlentang dengan renta
mataku tertutup dengan sungai airmata mengalir
keluarkan semua hal yang tak tertahan
benakku serasa diremas tampa peduli
bahkan disetiap sela jarinya bercucuran semua inspirasi
gerahamku tak luput dari paksaan dan tak berprasaan
menewaskan semua kedamaian berubah derita
bayangkan pada sosok malaikat penyelamat
yang dulu selalu mampu memberi penawar mujarab
tak seperti saat ini pasrah dengan kasur usang tempat terlentang
dan memeluk guling kumal sambil berlinang
aku ingin rambutku di belai hilangkan kesakitan
menghapus derita dengan bersandar di pahamu ibu
dan rindu semua kehangatan cinta nya
tak ku izinkan siapapun meranjak waktu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar