Minggu, 29 September 2024

Reseller Jaket Karet

 

Sudah malam, semua pekerjaan ingin ku hapus dulu sementara dari pikiran. Minggunya telah berakhir tapi bulannya baru diawali. Buka baju bakar rokok mengisolasi diri diruangan paling belakang beralasan biar kunikmati asap yang bercampur nikotin ini sendiri. Sudah lama tidak bercerita berbagai macam diksi serasa tumpah ruah tak jarang hanyut menghilang disapu waktu. Ah sok berbahasa sastra pula. 

Tadi malam sempat bernostalgia mengenang masa keras menjadi mahasiswa. Sebelum beranak ke tiga yang tak terduga. Namanya juga enak jadi tak tau sudah jadi sahaja dia. Semalam itu dihujan gerimis kudorong motor tua peninggalan almarhum ayah. Pintu pagar baru saja tertutup kuhidupkan dia seakan aku bisa memberinya nyawa. Motornya bukan ayahnya ya.....!! Ayah sudah tenang disana. Kujalankan dengan perlahan menembus gerimisnya hujan dengan hasrat yang membara karena sudah seminggu ini aku berpuasa. Menuju apotek tempat menjual sijaket karet, stok dirumah sudah kadarluasa.

Tak terasa dirapatnya air dunia membasuh muka aku diterbangkan kemasa itu. Seorang Mahasiswa Fakultas Pendidikan yang diwajibkan berpakaian tai cicak (Hitam Putih). Lucunya bagi gw ya....!! bagi kalian terserah. Wong itu perasaan kalian kenapa harus gw paksa. Seorang Mahasiwa pendidikan temannya lebih banyak orang- orang diluar kampus bahkan universitas yang berbeda. Singkat ceritanya gw punya teman, temannya teman saya seorang joki balap liar yang pacarnya ada dimana sahaja. Melihat gw pergi kuliah dengan outfit menyerupai anak magang kedokteran terbesitlah dibenaknya untuk mengutus gw membeli sijaket karet entah dimana yang penting barang yang diinginkan berada ditangan dan bisa dipergunakan.

Kali pertama gw merasa kurang enak hati, asal kalian tau dahulu itu buat beli sijaket karet mesti pake KTP dan beberapa sesi wawancara. Awal gw coba-coba, setelah bisa sedikit kok rasanya enak. Gimana ngak enak gw dapat imbalan setengah bungkus rokok hanya dengan pergi membelinya.

“Kak Sut.. Teeeettt.... (disensor gw ngak dapat royalty beriklan disini) satu kak” kata gw. Melihat penempilan gw sikakak lansung bergerak tanpa perintah. “Rasa apa bang?” balas dikakak. “bebas kak buat praktek kok!” gw jawab. “lah camana nya si abang,  iya buat praktek lah yang beginian ngak mungkin lansung dikunyah-kunyah kan?” jantung gw mulai dakdikduk mau jawab gimana, gw kan blom pernah coba make itu dulu ya....!!! apalagi darah gw dulu masih panas kan coba braniin diri jawab sekaligus godain tu apoteker. Masih muda wajahnya, usianya gw ngak tau belum gw lihat KTPnya.

“ Emang kakak tau cara praktekinnya?, Aku blom tahu soalnya kak, mau selesai tugas kuliah ajanya.” Sok lugu juga gw waktu itu, emang ada tugas kuliah pake jaket karet ?. Gw yakin gw itu dulu pasti ngarang aja. Wajahnya memerah seakan lagi berfantasi. “Mampus ko situ!” dalam hati gw berkata.  “Hmmm..... ( ini salah satu misteri dari seorang wanita ntah apa artinya). Mau berapa kotak bang?” dia mengalihkan pembicaraan. “ 2 (dua) aja kak, kali aja ada teman mau pulanin ntar” otak gw mulai bimbang, kalau gw stok ntar gw gak mesti susah-susah lagi ke apotek ini, tapi kalau si kawan ngak minta ni jaket mau gw apain? Masak gw kuyah-kuyah seperti kata si kakak tadi.

Setelah barang diterima sikawan, ternyata dia mau ambil keduanya buat stok juga katanya. Dan dari seorang klien bertambah menjadi 2 orang, beransur jadi tiga orang. Hingga akhirnya sijaket karet bisa didapat dengan bebas di supermarket, indoApril, AbsenMart dan sebagainya. Seusai itu gw juga mulai bangga dengan diri gw sendiri sempat terbesit gw udah menyelamatkan anak-anak yang dibuang oleh orang tua yang belum siap untuk berkeluarga dan bertanggungjawab atas perbuatan mereka.

Lah kok gw ngak pernah sadarkan mereka? Kenapa gw biarkan sahaja mereka diperbudak nafsu mereka? Pasti kalian berpikiran begitukan?. Lah siapa gw? Mereka kan sama kayak gw. Punya otak!, Tau yang baik buruknya. Gw hanya seorang mahasiswa yang jauh dari orang tua, yang buat beli rokok sebatang dua batang harus mutar otak sampai kepala gw pitak. Dosa masing-masing boss.....!!

Karena berargumentasi dengan kalian aku kembali lagi berada diatas motor tua menuju rumah dan dengan segera akan berbuka puasa. Laju motor aku percepat dingin juga terpaan gerimis bercampur udara malam ternyata. Semoga kalian mendapat hikmah setelah membacanya, kalau tidak ketemu atau bersua jangan hubungi sahaya karena bukan urusan sahaya.

 

Selasa, 14 Juni 2022

3.3.a.6 Refleksi Terbimbing

 

Hai sahabat blogger....

Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan tugas modul 3.3.a.6. Refleksi Terbimbing - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid, ada 3 pertanyaan yang wajib dijawab, yaitu:

 

1. Apa yang menarik bagi Anda setelah mempelajari pengelolaan program yang berdampak pada murid ?

  • ·         Memahami sumber daya yang dimiliki oleh sekolah
  • ·         Memanfaatkan aset yang sekolah miliki.
  • ·         Mengetahui tahapan pengelolaan program secara efektif.
  • ·         Melaksanakan monitoring dan evaluasi sebagai bahan refleksi atas program yang sudah berjalan.
  • ·         Mengetahui program yang strategis.
  • ·         Memperoleh hasil dalam bentuk laporan sebuah program dengan strategi MELR (Monitoring, Evaluation, Learning , Reporting)

·         Melakukan identifikasi manajemen resiko.

 

2. Apa hal-hal baru yang Anda temukan dalam proses pembelajaran tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid?

  • ·         Berfokus pada pengembangan potensi murid
  • ·         Inovasi kepala sekolah adalah penentu dalam pengambilan kebijakan
  • ·         Tahapan BAGJA bisa diterapkan dalam pembuatan program

 

3. Perubahan apa yang akan Anda lakukan setelah memahami atau mempelajari materi ini?

  • ·         Menyusun program sederhana yang melibatkan murid dan orang tua.
  • ·         Melaksanakan tahapan BAGJA dalam penyusunan program.
  • ·         Menerapkan manajemen resiko
  • ·         Mengevaluasi program yang telah dijalankan

 

Demikian jawaban yang saya sampaikan, mudah-mudahan bermanfaat.

 

Salam dan Bahagia


Selasa, 26 April 2022

3.1.a.9. RANGKUMAN KONEKSI ANTAR MATERI

Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan Filosofi Trilogi memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang Pemimpin pembelajaran diambil ?

Salah satu konsep yang dikenalkan oleh Ki Hajar Dewantara adalah momong, among, dan ngemong yang kemudian dikembangkan menjadi tiga prinsip kepemimpinan KH Dewantara yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha ( di depan memberi teladan), Ing Madya Mangun Karsa ( di tengah membangun kehendak atau niat), dan Tut Wuri Handayani (di belakang memberikan dorongan dan arahan)

  • Ing Ngarsa Sung Tuladha (di depan memberi teladan) seseorang guru sebagai pemimpin pembelajaran harus bisa memberi teladan atau contoh kepada siswa. Karena teladan merupakan kata kunci kesuksesan dalam pembelajaran, sehingga ketika pembelajaran berlangsung seorang pendidik harus membimbing dan mengarahkan agar tujuan pembelajaran yang dipelajari siswa benar dan tepat. Selama proses pembelajaran guru tanpa sadar menjadi panutan bagi siswa baik dari kata maupun perbuatan. Oleh karena itu pendidik sebagai pemimpin pembelajaran selain menguasai pengetahuan dia juga harus mempunyai pribadi yang dapat dicontoh.
  • Ing Madya Mangun Karsa (di tengah membangun kehendak atau niat) Guru sebagai pemimpin pembelajaran memiliki peranan penting untuk menstimulus agar terciptanya prakarsa dan ide di dalam proses pembelajaran. Kehadiran guru dapat memfasilitasi dengan beragam metode dan strategi agar tujuan pembelajar dapat tercapai. Selain itu, potensi yang dimilik oleh siswa dapat berkembang dengan baik sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
  • Tut Wuri Handayani (di belakang memberikan dorongan dan arahan) Dalam proses pembelajaran, guru harus memberi dorongan dan coaching kepada siswanya, berikan kebebasan siswa untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya guru hanya mengamati dan memberikan arahan terhadap siswanya.
"Apapun yang dikerjakan oleh seseorang itu, harusnya bisa bermanfaat bagi dirinya sendiri, bermanfaat untuk bangsanya, juga bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya"
( Ki Hajar Dewantara )

Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Etika terkait dengan karsa karena manusia memiliki kesadaran moral. Akal dan moral dua dimensi manusia yang saling berkaitan. Etika terkait dengan karsa karena manusia memiliki kesadaran moral. (Rukiyanti, L. Andriyani, Haryatmoko, Etika Pendidikan, hal. 43). 

Dari kutipan tersebut kita bisa menarik kesimpulan bahwa karsa merupakan suatu unsur yang tidak terpisahkan dari perilaku manusia. Karsa ini pun berhubungan dengan nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang dianut oleh seseorang, disadari atau pun tidak. Nilai-nilai atau prinsip-prinsip inilah yang mendasari pemikiran seseorang dalam mengambil suatu keputusan yang mengandung unsur dilema etika. Etika tentunya bersifat relatif dan bergantung pada kondisi dan situasi, dan tidak ada aturan baku yang berlaku. Tentunya ada prinsip-prinsip yang lain, namun ketiga prinsip di sini adalah yang paling sering dikenali dan dapat kita digunakan sebagai seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil sebuah keputusan. ketiga prinsip ini yang sering kali membantu dalam menghadapi pilihan- pilihan yang penuh tantangan, yang harus kita hadapi sebagai pemimpin pembelajaran. Ketiga prinsip tersebut adalah:
  • Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)
  • Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)
  • Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)

Bagaimana kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil. Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut. Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada modul 2 sebelumnya.

Kegiatan terbimbing pada materi coaching bersama Fasilitator melalui LMS dan lokakarya serta pendampingan individu bersama pendamping pada materi coaching merupakan proses belajar di pendidikan guru penggerak mengenai guru berpihak pada murid. Calon guru penggerak mengaplikasikan tahapan coaching pada rekan sejawat, Calon guru penggerak mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, dan strategi perbaikan diri dalam pengajaran yang berpihak pada murid. Calon guru penggerak dapat mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dalam melakukan coaching, Penerapan strategi coaching di sekolah, dan umpan balik murid dan rekan sejawat.

Melalui kegiatan terbimbing tersebut bersama Fasilitator dan pendamping sangat banyak memberikan manfaat dan memberikan bekal calon guru penggerak sebagai pemimpin pembelajaran
  • Memerankan diri sebagai coach bagi murid Anda agar mereka menjadi lebih merdeka, baik merdeka dalam belajar maupun merdeka dalam menentukan arah hidupnya di masa mendatang
  • Mampu melakukan praktik komunikasi yang memberdayakan sebagai keterampilan dasar seorang coach mampu menerapkan praktik coach dalam komunitas sekolah 
  • Memahami konsep coaching secara umum, meliputi definisi, tujuan, dan jenis coaching serta perbedaannya dengan mentoring dan konseling 
  • Memahami hakikat komunikasi yang memberdayakan dan mampu menerapkannya dalam praktik coaching 
  • Memahami langkah-langkah mendengar aktif dan mampu menerapkannya dalam praktik coaching 
  • Memahami langkah-langkah bertanya reflektif dan mampu menerapkannya dalam praktik coaching 
  • Memahami langkah-langkah memberi umpan balik positif dan mampu menerapkannya dalam praktik coaching 
  • Mengidentifikasi peran seorang coach di konteks sekolah 
  • Melakukan praktek coaching berdasarkan model TIRTA kepada sesama CGP, murid dan rekan guru di sekolah 
  • Mengembangkan sikap terbuka, kritis, empati dan percaya diri dalam melakukan praktik coaching 
Keterampilan coaching membekali calon guru penggerak menjadi pembelajar dan menjadi coach bagi dirinya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk memprediksi hasil, dan melihat berbagai opsi untuk solusi sehingga dapat mengambil keputusan dengan baik. Dalam proses pengambilan keputusan yang bertanggung jawab, diperlukan kompetensi kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial, dan keterampilan berhubungan sosial. Diharapkan proses pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan kesadaran penuh (mindfull), sadar dengan berbagai pilihan dan konsekuensi yang ada. Pengambilan keputusan yang tepat akan berpengaruh dengan terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman dengan demikian akan berpengaruh bagi peserta didik dalam proses pembelajaran.

Sebagai seorang pemimpin pembelajaran kita sering dihadapkan pada situasi di mana kita diharuskan mengambil suatu keputusan, namun terkadang dalam pengambilan keputusan terutama pada situasi dilema kita masih kesulitan misalnya lingkungan yang kurang mendukung, bertentangan dengan peraturan, pimpinan tidak memberikan kepercayaan karena merasa lebih berwenang, dan meyakinkan orang lain bahwa keputusan yang diambil sudah tepat, perbedaan cara pandang serta  adanya opsi benar lawan benar atau sama-sama benar. Proses pengambilan keputusan membutuhkan keberanian dan kepercayaan diri untuk menghadapi konsekuensi dan implikasi dari keputusan yang kita ambil karena tidak ada keputusan yang bisa sepenuhnya mengakomodir seluruh kepentingan para pemangku kepentingan. Untuk membuat keputusan berbasis etika, diperlukan kesamaan visi, budaya dan nilai-nilai yang dianggap penting dalam sebuah institusi sehingga prinsip-prinsip dasar yang menjadi acuan akan lebih jelas.


Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali nilai-nilai yang dianut oleh seorang pendidik
Seorang pendidik harus bisa melihat bagaimana persoalan tersebut apakah merupakan dilema etika atau merupakan bujukan moral, nilai-nilai yang yang akan diambil pun merupakan nilai yang merupakan proses kegiatan yang merupakan titik temunya adalah sebagai pemimpin pembelajaran tetap dengan berbagai cara akan menuntun siswa tersebut ke arah yang lebih baik dalam pengambilan keputusan. Keputusan yang diambil merupakan keputusan yang bertanggung jawab.

Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Pengambilan keputusan yang tepat sebagai pemimpin pembelajaran  tentunya akan berdampak positif, aman, dan nyaman apabila kita bisa melihat kondisi saat mana kita akan mengambil sebuah keputusan yang tentu yang jika itu adalah dilema maka kita bisa meminimalisir dilema tersebut agar dalam pengambilan yang bersifat dilema itu tidak terlalu berpengaruh. Dan jika merupakan suatu bujukan moral kita harus pandai bahwa hal yang dilakukan salah dan nantinya guru sebagai pemimpin pembelajaran akan dengan bijak membuat keputusan namun tetap membimbing anak menuju ke pengambilan keputusan tepat baik untuk guru maupun untuk siswa. Dalam hal ini siswa tetap merasa bahwa guru adalah seorang pemimpin yang mampu membuat situasi kondusif, aman dan nyaman di lingkungan sekolah maupun sekitarnya.

Apakah kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan  terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Apakah ini kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Sebagai makhluk sosial dan sebagai pemimpin pembelajaran dalam pengambilan suatu keputusan tidak akan luput dari dilema etika dan bujukan moral. Dilema etika merupakan  situasional, yaitu antara benar-benar  memegang  aturan demi suatu keadilan. Namun terkadang kita susah membedakan mana yang merupakan dilema etika dan bujukan moral, misalnya saja kasus berbohong yang sudah pasti merupakan tindakan salah , meskipun tujuannya baik tetap saja merupakan kesalahan.   Adapun hal yang perlu diperhatikan  sebelum mengambil sebuah keputusan dalam dilema etika, 4 paradigma,
  • Individu lawan masyarakat (individual vs community)
  • Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)
  • Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)
  • Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)
Dilema individu melawan masyarakat adalah pertentangan antara individu yang berdiri sendiri melawan kelompok yang sangat besar di mana individu ini juga menjadi bagiannya, bisa juga konflik kepentingan pribadi melawan kepentingan orang lain, atau kelompok kecil melawan kelompok besar.

Rasa keadilan lawan rasa kasihan dalam paradigma ini adalah antara mengikuti aturan tertulis atau tidak mengikuti aturan sepenuhnya. Pilihan yang ada adalah  memilih antara keadilan dan perlakuan yang sama bagi semua orang di satu sisi, dan membuat pengecualian karena kemurahan hati dan kasih sayang, di sisi lain.

Kebenaran lawan kesetiaan, kejujuran dan kesetiaan sering kali menjadi nilai-nilai yang bertentangan dalam situasi dilema etika . kadang kita perlu membuat pilihan antara berlaku jujur dan berlaku setia (atau bertanggung jawab) kepada orang lain. Apakah kita akan jujur menyampaikan informasi berdasarkan  fakta atau menjunjung nilai kesetiaan pada profesi, kelompok tertentu, atau komitmen yang telah dibuat sebelumnya.

Jangka pendek lawan jangka panjang, paradigma ini paling sering terjadi dan mudah diamati. Kadang akan memilih akan yang kelihatannya terbaik untuk saat ini untuk masa yang akan datang. Paradigma ini bisa terjadi pada level personal dan permasalahan sehari-hari atau pada level yang lebih luas.

Selain itu ada tiga prinsip yang yang membantu menghadapi pilihan yang penuh tantangan (Kidder, 2009, hal 144) ketiga prinsip itu adalah
  • Berpikir berbasis hasil akhir (ends-based Thingking)
  • Berpikir berbasis peraturan (rule base thingking)
  • Berpikir berbasis rasa peduli (care base thingking)
  • Dan bagaimana cara mengujinya? Ini adalah  9 langkah yang telah disusun secara berurutan
  • Mengenali ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini
  • Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini
  • Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dalam situasi ini
  • Pengujian benar atau salah
  • Uji legal
  • Uji Regulasi/Standar Profesiaonal
  • Uji intuisi
  • Uji halaman Depan Koran
  • Uji Panutan/Idola
  • Pengujian paradigma benar atau salah
  • Prinsip pengambilan keputusan
  • Investigasi Opsi Trilema
  • Mencari opsi yang ada di antara 2 opsi,  apakah ad acara berkompromi dalam situasi ini .  Terkadang muncul sebuah penyelesaian yang kreatif yang tidak terpikirkan sebelumnya yang bisa saja muncul ditengah-tengah kebingungan menyelesaikan masalah.
  • Buat keputusan
  • Tinjau lagi keputusan Anda dan refleksikan
Pengaruh pengambilan keputusan  dengan pembelajaran yang memerdekakan murid kita?
Sebagai seorang pendidik yang merupakan salah satu calon guru penggerak saya merasa terbantu dengan penjelasan materi dari modul 3.1 sebab sebelumnya kita sering menemukan dilema namun kita belum bisa mamang sebuah keputusan dengan baik baik terutama saat menemukan masalah belajar pada siswa, dengan semua materi yang telah dipelajari dari modul pendidik sudah seharusnya memberikan keputusan yang bersifat positif, membuat siswa merasa nyaman, dan tenang. Semuanya dilakukan untuk  memerdekakan siswa dalam mencapai keselamatan dan kebahagiaan belajar mereka.

Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Dengan memberi nilai-nilai positif, menciptakan rasa nyaman pada siswa merupakan motivasi seorang pendidik  dalam mengambil keputusan. Seorang pendidik dengan berbagai cara pasti akan memberikan yang terbaik untuk siswanya oleh karena itu keputusan yang baik pula untuk perkembangan siswanya.

Kesimpulan akhir yang dapat ditarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitan dengan modul-modul sebelumnya.
Kesimpulan akhir terkait modul 3.1 Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran dengan modul-modul yang telah dipelajari sebelumnya merupakan suatu tidak terpisahkan untuk mencapai kemerdekaan dalam belajar pada murid, Ki Hajar Dewantara dalam menuntut segala proses dan kodrat/potensi anak untuk mencapai sebuah keselamatan dan kebahagiaan belajar, baik untuk dirinya  sendiri, sekolah maupun masyarakat. Selain itu juga di mana proses pembelajaran di seorang pendidik harus bisa melihat kebutuhan belajar pada anak serta mengelola kompetensi sosial emosional dalam mengambil sebuah keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. 

Pendekatan Coaching juga merupakan salah satu pendekatan yang  membantu siswa dalam mencari solusi atas masalahnya sendiri dan hal inilah yang merupakan salah satu trik sebagai seorang pendidik bisa mengetahui permasalahan yang dialami oleh siswa lewat pertanyaan-pemantik saat coaching. Sebagai seorang guru penggerak juga harus mengetahui permasalahan yang dialami oleh rekan sejawat dalam proses pembelajaran dan coahing dapat menemukan jawaban atas setiap pertanyaan untuk menemukan solusi maka terciptalah budaya positif pada lingkungan belajar di sekolah dan komunitas praktisi. Para pendidik yang mampu membuat keputusan sebagai pemimpin pembelajaran merupakan cita-cita guru masa depan, dan proses pengambilan keputusan berdasrakan dilema etika.

Senin, 11 April 2022

2.3.a.9. Koneksi Antarmateri - Coaching



Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara sangatlah relevan dengan dunia Pendidikan saat ini. Pemikiran-pemikirannya menjadi acuan dan dasar pemerintah dalam memajukan pendidikan di indonesia. 

 

Menurut beliau bahwa pendidikan adalah proses menuntun tumbuh kembangnya anak sesuai dengan kodrat dan iradat yang dimilikinya agar anak tersebut memperoleh kebahagaian dan keselamatan baik sebagai individu maupun bagian dari masyarakat. 

 

Untuk itu, salah satu proses menuntun tersebut dapat dilakukan dengan cara coaching. Dalam coaching guru berperan sebagai coach yang dapat menuntun murid sebagai coachee dengan mengajukan pertanyaan untuk menggali segala potensi dan kemampuan yang dimiliki murid dengan tujuan menuntun dan mengarahkan untuk mencari solusi.

 

Guru sebagai coach sangat berperan penting dalam menciptakan kenyamanan bagi murid melalui keterampilan berkomunikasi dengan baik sehingga timbullah rasa empati, saling menghormati dan saling menghargai antara guru dan murid. 

Dengan kemampuan dan keterampilan bertanya dari seorang coach dapat menyadarkan murid akan kekuatan dan kemampuan yang dimilikinya sehingga murid tersebut mendapatkan solusi atas permaslahannya sendiri. Dalam proses coaching, sangat jelas terlihat bahwa guru dan murid adalah mitra dalam belajar. 

 

Belajar bersama mengenali kekuatan yang dimiliki untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan murid. Kini, bukan zamannya guru cemerlang sendiri akan tetapi bagaimana murid pun menjadi  cemerlang dan bersinar. Untuk itu guru dapat membantu murid menemukan kekuatan untuk bisa hidup sebagai manusia seutuhnya.

 

Salah satu cara untuk meningkatkan potensi dan kemampuan murid adalah dengan mengintegrasikan pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran yang dilakukan dengan amemperhatikan kebutuhan belajar murid berdasarkan minat, profil dan kesiapan belajar. 

 

Guru sebagai coach akan selalu berupaya untuk menggali kebutuhan belajar murid dengan mendesain proses pembelajaran yang mampu memaksimalkan segala potensi yang dimiliki murid. Selain itu, secara social emosional segala potensi murid dapat berkembang secara maksimal. 

 

Proses coaching dapat berjalan degan mengoptimalkan ranah social emosional sehingga setiap murid mampu menyelesaikan setiap masalah dengan potensi dan kemampuannnya sendiri. Pada akhirnya mereka akan mampu hidup bebas dan merdeka menentukan jalan hidupnya sesuai kekuatan dan potensinya masing-masing.

 

Coaching yang dilakukan oleh coach kepada coachee  membutuhkan empat keterampilan yaitu: 

 

1)      Keterampilan membangun dasar proses coaching,

2)      Keterampilan membangun hubungan baik,

3)      Keterampilan berkomunikasi, dan

4)      Keterampilan memfasilitasi pembelajaran. 

 

Dalam proses coaching juga ada salah satu model yang biasa digunakan oleh coach yaitu model TIRTA yang meliputi langkah-langkah Tujuan utama pertemuan/pembicaraan; Identifikasi masalah coachee; Rencana aksi coachee; dan Tanggung jawab/komitmen. Dalam Aksi Aspek berkomunikasi untuk mendukung praktik coaching antara lain, Komunikasi Asertif menjadi Pendengar aktif, Bertanya reflektif dan Umpan balik positif.

 

Refleksi terhadap proses coaching di sekolah 

Coaching adalah salah satu bentuk usaha yang dilakukan guru untuk menuntun segala potensi murid untuk hidup sesuai kodratnya yang dimilikinya.

Coaching menjadikan murid dapat hidup sebagai individu dan bagian masyarakat yang mampu menggali dan memaksimalkan segala potensi yang dimilikinya untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.

Coaching dapat menuntun murid untuk berkesadaran penuh mencapai kemerdekaan belajar.


Rabu, 29 April 2020

Maaf Aku Bukan Laba-laba


Malamku terasa lebih lama
Hingga bisa ku perhatikan Laba-laba diatas sana
Merajut sarangnya satu per satu, benang per benang
Bahkan kutemani dia menunggu mangsanya
Kami sama-sama menanti
Dia menanti pengganjal perut untuk hidup
Sedang kan aku menunggu agar bertemu bagian hidupku

Pernah ku coba untuk bercerita
Agar malam ini tidak begitu memuakkan
Apalah daya dia tak sanggup lagi karena laparnya
Aku juga tak sanggup akan kegilaan ku

Malam ku masih berlanjut
Merangkak aku pergi keluar
Kulihat dia juga sendirian
Dia sang rembulan
Ku lambaikan tanggan tiada balasan
Kau begitu sombong

Apa yang kau banggakan? 
Cahaya sahaja kau hanya menerima
Lalu kau dustakan kau yang bercahaya
Kau bohongi semua yang melihatmu
Cantik, indah dari setiap sudut pandangan mereka
Ah sudah lah...  Aku tak mau seperti kau

Ku masuk lagi ke kamar kesendirian
Si Laba-laba sudah tak bergerak
Mati dalam penantiannya
Tapi setidaknya dia sudah berusaha bertahan
Apakah aku juga akan mati dalam penantianku? 

Maaf aku bukan Laba-laba
Menanti yang belum pasti
Aku seorang ayah sebuah bunga kehangatan
Aku seorang suami sebuah pohon tahan goncangan
Yang ku tunggu adalah kepastian
Hanya menunggu waktu untuk berjaya.

Jumat, 20 Maret 2020

Siang Kusam

keluh mengalir dibendung hasil dikali nyali
menatap sayu di siang kusam remuk tatapan mentari
teruyung-uyung menata bentuk masa tersungkur iba
genggaman akan batangan bertinta menulis nasib

hiruk pikuk dunia hancurkan kepastian pendengaran
otakku pun menjadi buntu tak mengerti akan filsafat
namun raga memaksa jiwa untuk setia tak bergumam
menatapkan kedua bola pada pusat perhatian yang menunggu

langit-langit putih seakan penuh tulisan
sesekali kutatap membisikkan banyak kata sulit
sedikit paham akan beribu pernyataan
hingga suatu masa akan datang berganti.

Minggu, 23 Februari 2020

APA YANG AKU TUNGGU

Cahaya sudah tak begitu terang
Berangsur-angsur surut tanpa permisi berucap
Angin pun mulai menghilang hingga daun tak lagi berguguran
Dan sebuah objek lain yang disebut aku
Masih bersandar di pohon kehidupan
Yang selalu berkembang tumbuh melewati dewasa
Tatapan aku tak jarang memperhatikan waktu pagi siang malam
Semi, gugur, kemarau, penghujan tidak terasa berganti-ganti
Tangis marah kecewa duka lara berpadu namun aku masih bersandar disini
Sudah berapa lama aku disini
Apa gunanya 
Siapa 
Aku masih binggung apa yang aku tunggu?

Bunga Jaman Sekarang

Senyummu tak bisa ku artikan bunga
Apakah itu senyum kebanggaan, keangkuhan atau kesombongan? 
Kau perlihatkan kesempurnaannya kelopakmu
Betapa indahnya lekuk tangkai penyangga
Semakin kau perlihatkan itu semakin banyak kumbang dan penikmat lain tertarik dan menghampiri
Dengan suka cita kau suguhkan itu semua
Tak kau bayangkan jadi apa kau dikemudian hari
Kemungkinan hanya sajak kelam di sudut kertas remuk
Atau sebagai bunga kering tak bermahkota
Dan saat itu terjadi baru berfikir ini lah akibat cinta tanpa basa-basi
Menikmati sunyi sepi sendiri berfikir keras
Tapi sudah tak berguna bermakna faedah
Cuma tinggal menunggu mati. 
Sadarlah bunga.....!!

Sabtu, 22 Februari 2020

Rindu melebihi Rindu

Malam begitu panjang bahkan detik demi detik ku resapi. 
Embun pagi mulailah basahi sarang Laba-laba yang masih lapar tanpa mangsa. 
Bahkan Mentari masih tertidur pulas dengan selimut kabut sang rembulan. 
Tapi kenapa ku masih terjaga? 
Wahai mata terlelap lah., kelenjar air mataku telah kering menahannya
Haruskah ku Nina bobokan layaknya Hanin yang sedang merajuk? 
Jangan sebut Namanya.....! 
Semakin terkenang semakin lama mata ini meronta
Sebenarnya ini kesalahan besar siapa? Berfikir dan berangan-angan tampa berhenti walau sebenarnya sudah letih
Tak sanggup mengayuh masih saja kau paksakan. 
Jangan rindu....,  kau pikir mereka juga tidak rindu? 
Wahai otak  Berfikirlah... Tak bisakah kau nego dengan ku walau hanya sekejap.  
Mari tidur.... Mungkin saja nanti saat terjaga mereka sudah di depan mata.... 
Semoga....!!!

Jumat, 21 Februari 2020

Segumpal Debu

Ku pejam kan mata sesaat meletak letih ku akan keadaan fana
Berbaring melesat jauh menuntun dalam kedamaian
Sedikit tertatih mencari arti dan definisi hidup di malam ini
Karna banyak hal yang seharusnya kulakukan tapi baru hayal

Udara tak bisa kuhirup sempurna
Menekan sesat bronkus ku yang tak berdaya
Melewati kebahagiaan dengan cercahan harap
Bersandar menikmati serpihan keinginnan

Tak semua hayal jadi kenyataan
Tak semua ketakutan bisa dihilangkan
Sebab dunia ada yang mengatur dan memiliki
Sedangkan diriku hanya segumpal debu yang tak berarti....

Buktikan Kau itu Indah

Dia mawar yang pernah layu lesu
hampir mati sebab kejamnya cuaca
Mati suri ditaman digenggam penghinaan
Semua kelopak nya rontok
Apa yang mau dibanggakan? 
Sekelompok Duri yang tumpul ditutupi kutu? 
Badai itu tak akan mengecap durimu
Tertunduk rapuh hampir tercabut semuanya
Badai masih panjang
Kau masih ingin berbunga menarik kumbang
Atau mati terkubur dan dilahap cacing kelaparan? 
Perkuatlah akar keteguhan percayamu
Ingat embun pagi sejuk untuk dirasai
Mekarmu bukti perjuangan panjang
Karena layumu, lesumu, dan matimu
Tak akan ditulis dalam cerita ini
Mata-mata lapar ini hanya tau mekarmu
Bangkitlah dan buktikan kau itu indah
Salah satu alasan taman menyehatkan jiwa
Bukan hanya untuk mata tetapi juga didalamnya.