Selasa, 04 Februari 2020

Budak Dunia

Bersatu manis pahit antara gelap dan terang
Namun mata semakin sayup mulai tuli akan cahaya
Tantangan seakan meletuskan amunisinya di urat syarafku
Meremas semangat letih akan huruf-huruf mulai menghantui

Kadang mereka berubah menjadi paragraf yang mencekik
Dengan cambut skripsi memar tampa iba di punggungku
Mereka tak melihat gerimis menemani gelap bawah kelopak mata

Hai huruf yang berubah kata
Hai kata yang penuh dengan teori
Wahai paragraf penuh deskripsi
Berilah budak dunia ini kebebasan yang kau janjikan
Dimana ku bisa melihat kupu - kupu dibawah pelangi

2 komentar: