sang pujangga rindukan syair
menatap dalam pada tinta hitam yang tergores berantakan
laksana senyuman rembulan kelabu ditutupi oleh sang beku perasaan
tak mengerti kemana harusnya angin pilu berhembus
yang pasti mentari pasti tetap hadir esok hari
namun goresan sajak syair pujangga tak kunjung menemukan klimaks
adakah cahaya lilin yang sebentar lagi habis menerangi kegundahan pujangga
sebelum tiang mentari berdiri kokoh pada waktunya
berkelana mencari sesuatu yang dicari semua orang
bagaimana mungkin satu hal namun di cari semua manusia yang bernafas?
tapi aku yakin akulah yang akan berdiri di atas sana
kemenangan dan membanggakan sesuatu itu
dan sesuatu itu adalah kebahagiaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar