Sabtu, 22 Februari 2020

Rindu melebihi Rindu

Malam begitu panjang bahkan detik demi detik ku resapi. 
Embun pagi mulailah basahi sarang Laba-laba yang masih lapar tanpa mangsa. 
Bahkan Mentari masih tertidur pulas dengan selimut kabut sang rembulan. 
Tapi kenapa ku masih terjaga? 
Wahai mata terlelap lah., kelenjar air mataku telah kering menahannya
Haruskah ku Nina bobokan layaknya Hanin yang sedang merajuk? 
Jangan sebut Namanya.....! 
Semakin terkenang semakin lama mata ini meronta
Sebenarnya ini kesalahan besar siapa? Berfikir dan berangan-angan tampa berhenti walau sebenarnya sudah letih
Tak sanggup mengayuh masih saja kau paksakan. 
Jangan rindu....,  kau pikir mereka juga tidak rindu? 
Wahai otak  Berfikirlah... Tak bisakah kau nego dengan ku walau hanya sekejap.  
Mari tidur.... Mungkin saja nanti saat terjaga mereka sudah di depan mata.... 
Semoga....!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar